Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Di tengah masa liburan sekolah, para guru MTsN 2 Muara Enim tetap memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang produktif dan bernilai edukatif. Salah satunya dengan melakukan perawatan rumah jamur yang berada di lingkungan madrasah sebagai bagian dari pengembangan program pembelajaran berbasis lingkungan dan penguatan nilai-nilai ekoteologi.
Kegiatan perawatan rumah jamur tersebut meliputi pengecekan kelembapan ruangan, penyiraman, pengaturan sirkulasi udara, serta pemantauan pertumbuhan jamur agar tetap berkembang dengan baik selama masa libur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rumah jamur tetap produktif dan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa saat kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
Pembina rumah jamur MTsN 2 Muara Enim, Ernita, menyampaikan bahwa merawat rumah jamur bukan sekadar menjaga keberlangsungan budidaya, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang sejalan dengan konsep ekoteologi.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam sebagai amanah dari Allah SWT. Melalui budidaya jamur ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana namun memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan,” ujarnya.
Menurut Ernita, rumah jamur juga menjadi media pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk memahami pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, pengelolaan limbah organik, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Muara Enim, Umi Misliyani, mengapresiasi semangat para guru yang tetap aktif mengembangkan program madrasah selama masa liburan. Kepala MTsN 2 Muara Enim menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang mampu membentuk karakter peduli lingkungan dan kemandirian siswa.
“Rumah jamur ini merupakan salah satu wujud implementasi pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai keagamaan. Kami berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan waktu yang ada menjadi kegiatan produktif yang mendukung kelestarian lingkungan serta ketahanan pangan keluarga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Muara Enim menunjukkan bahwa masa liburan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang bermanfaat, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai ekoteologi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan generasi yang peduli lingkungan, produktif, dan berkarakter.(EA)
