MTsN 2 Muara Enim Berita Bentengi Siswa dari Predator Digital, Guru BK MTsN 2 Muara Enim Gaungkan Bahaya Child Grooming

Bentengi Siswa dari Predator Digital, Guru BK MTsN 2 Muara Enim Gaungkan Bahaya Child Grooming

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Suasana khidmat selepas salat dhuha bersama di lapangan MTsN 2 Muara Enim, Jumat (29/5/2026), berubah menjadi ruang edukasi penuh makna ketika guru Bimbingan Konseling, Vira Helena, menyampaikan ceramah tentang bahaya child grooming di hadapan para siswa.

Dalam penyampaiannya, Vira mengingatkan bahwa ancaman terhadap anak dan remaja saat ini tidak hanya datang secara langsung, tetapi juga melalui media sosial dan ruang digital yang kerap tampak aman. Ia menjelaskan bahwa child grooming merupakan upaya manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk memperoleh kepercayaan anak sebelum melakukan eksploitasi.

“Anak-anak harus berhati-hati terhadap orang yang terlalu cepat ingin dekat, meminta rahasia, atau memberi perhatian berlebihan, baik di dunia nyata maupun media sosial. Jangan takut untuk bercerita kepada guru atau orang tua jika merasa tidak nyaman,” pesan Vira di hadapan seluruh peserta didik.

Guru BK yang baru mengabdi kurang lebih satu tahun di madrasah tersebut itu juga mengajak siswa untuk lebih bijak menggunakan gawai dan tidak mudah percaya kepada orang asing di internet. Menurutnya, literasi digital dan keberanian berbicara menjadi benteng utama agar siswa tidak menjadi korban manipulasi.

Selain itu, Vira menekankan pentingnya memperkuat keimanan sebagai perlindungan diri dari berbagai pengaruh negatif. Ia mengajak siswa untuk menjaga salat lima waktu dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kalau ingin diri kita terjaga, maka jangan tinggalkan salat lima waktu. Dekatkan diri kepada Allah, karena hati yang dekat dengan Allah akan lebih mampu membedakan mana yang baik dan mana yang berbahaya,” ujar Vira.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, mengapresiasi langkah edukatif yang dilakukan guru BK kepada peserta didik. Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi siswa, tidak hanya dari pengaruh negatif di lingkungan nyata, tetapi juga dari ancaman tersembunyi di dunia digital.

“Anak-anak hari ini hidup di era teknologi yang sangat terbuka. Karena itu, madrasah harus hadir memberikan pemahaman agar mereka mampu menjaga diri, memiliki keberanian berkata tidak, dan memahami batasan dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ujar Misliyani.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan perlindungan anak di lingkungan madrasah.

Kegiatan pagi itu menjadi bukti bahwa MTsN 2 Muara Enim tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga serius membangun kesadaran peserta didik terhadap isu perlindungan anak, kesehatan mental, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di era digital. (SM)

5 Likes

Author: humas-dev-2026