Muara Enim, (Kemenag Sumsel)—
Semangat peduli lingkungan terus ditunjukkan siswa MTsN 2 Muara Enim melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos dari daun kering dalam rangka menuju Adiwiyata Mandiri serta mendukung program Ekoteologi. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan madrasah tepat di Bak Kompos dengan melibatkan siswa secara aktif dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman sekolah. Senin, (11/5/2026).
Daun-daun kering yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dikumpulkan oleh siswa, kemudian diolah menggunakan metode sederhana hingga menjadi pupuk kompos ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus menanamkan karakter cinta lingkungan kepada peserta didik.
Pokja Kompos MTsN 2 Muara Enim, Rinta Susanti, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta mampu memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah daun kering tidak harus dibakar atau dibuang begitu saja, tetapi dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk penghijauan dan tanaman di lingkungan madrasah. Ini juga menjadi langkah nyata mendukung program Adiwiyata Mandiri dan Ekoteologi,” ungkap Rinta Susanti.
Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kompos, mulai dari pengumpulan daun, pencacahan, hingga proses fermentasi. Selain menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah organik di lingkungan rumah masing-masing.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Umi Misliyani, mengapresiasi semangat siswa dan seluruh tim yang terus aktif menghadirkan program-program peduli lingkungan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian bumi.
“Madrasah ingin menanamkan kebiasaan baik kepada siswa agar cinta lingkungan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi sekolah dan masyarakat,” tuturnya. (EA)
