Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Seluruh siswa kelas IX MTsN 2 Muara Enim melaksanakan praktik Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi bioteknologi konvensional di Laboratorium IPA. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan teori dengan praktik, sekaligus menumbuhkan keterampilan ilmiah dan kemandirian siswa.
Dalam praktik tersebut, siswa membuat tempe sebagai contoh penerapan bioteknologi konvensional dengan memanfaatkan fermentasi. Adapun alat dan bahan yang digunakan meliputi kedelai yang telah direbus dan dibersihkan dari kulitnya sekitar ¼ kg, ragi tempe, plastik pembungkus ukuran 1 kg, tusuk gigi atau lidi, baskom, sendok, serta lilin.
Kegiatan dimulai dengan mencampurkan kedelai yang telah dingin dengan ragi tempe secara merata. Selanjutnya, kedelai dibungkus menggunakan plastik dan diberi lubang kecil menggunakan tusuk gigi untuk proses fermentasi. Tahapan ini dilakukan dengan penuh ketelitian di bawah bimbingan guru, sehingga siswa dapat memahami proses bioteknologi secara langsung.
Salah satu siswi Vanisa Azzahra Siswi Kelas IX C mengungkapkan bahwa praktik ini sangat menarik karena mereka dapat belajar sambil melakukan. “Kami jadi tahu bagaimana proses pembuatan tempe yang selama ini sering kami konsumsi. Ternyata membutuhkan ketelitian dan kebersihan,” ujarnya.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Umi Misliyani, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, “Praktik seperti ini sangat penting untuk melatih keterampilan siswa secara langsung. Kami ingin peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bioteknologi konvensional seperti pembuatan tempe ini juga menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.”
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa, tidak hanya dalam pemahaman materi pelajaran, tetapi juga dalam menumbuhkan sikap ilmiah, kerja sama, serta keterampilan hidup (life skill). Selain itu, praktik ini diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan praktik seperti ini, MTsN 2 Muara Enim terus berkomitmen menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik. (EA)
