Muara Enim (Kemenag Sumsel)—
Suasana segar dan asri tampak menyelimuti lingkungan MTsN 2 Muara Enim pada hari ini, Selasa (03/03/2026). Sejumlah siswi terlihat antusias melakukan perawatan dan budidaya tanaman air menggunakan media botol bekas di koridor madrasah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya nyata mempercantik estetika ruang kelas sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.
Budidaya tanaman air ini menjadi pilihan cerdas bagi para siswa karena prosesnya yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi kenyamanan belajar. Tanaman seperti sirih gading ditata rapi dalam wadah berisi air, yang nantinya akan diletakkan di dalam kelas untuk menciptakan sirkulasi udara yang lebih bersih dan pemandangan yang menyejukkan mata.
Langkah yang diambil oleh para siswa ini membawa dampak strategis yang signifikan bagi madrasah karena mampu menyatukan aspek spiritual dengan pelestarian lingkungan secara alami.
Melalui pemahaman ekoteologi, siswa menyadari bahwa merawat tanaman adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai penjaga bumi ciptaan Tuhan, sehingga setiap tunas yang tumbuh menjadi simbol ketaatan kepada Sang Pencipta. Kehadiran tanaman ini secara otomatis meningkatkan kualitas udara dan fokus belajar di dalam kelas, yang secara jangka panjang mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih harmonis dan sehat.
Selain itu, penggunaan botol bekas menjadi solusi kreatif dalam pengurangan limbah plastik di madrasah, yang pada akhirnya berhasil membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus religius dalam satu waktu.
Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, yang akrab disapa Umi, memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif hijau ini sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
“Umi sangat bangga melihat anak-anak peduli pada lingkungannya. Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa mencintai Allah juga berarti mencintai dan menjaga alam ciptaan-Nya. Jika lingkungan kelas kita asri dan sehat, insyaallah keberkahan dalam menuntut ilmu akan lebih mudah kita raih,” ungkap Umi Misliyani.
Senada dengan hal tersebut, salah satu siswi yang terlibat, Destiya Warizal, mengaku senang bisa berkontribusi langsung dalam menghijaukan kelasnya.
“Kami ingin kelas tidak hanya jadi tempat belajar, tapi juga terasa sejuk dan nyaman. Dengan menanam tanaman air ini, kami merasa lebih tenang saat belajar sekaligus belajar bertanggung jawab untuk merawat makhluk hidup setiap hari,” ujar Destiya Warizal.
Gerakan hijau ini membuktikan bahwa pendidikan di MTsN 2 Muara Enim mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual terhadap kelestarian alam. Dengan ruang kelas yang lebih indah dan segar, semangat belajar siswa diharapkan terus meningkat seiring dengan terjaganya kelestarian lingkungan madrasah. (SM)
