MTsN 2 Muara Enim Berita Bukan Sekadar Khatam: Bagaimana Satu Juz Al-Qur’an Mengubah Wajah Pagi di MTsN 2 Muara Enim

Bukan Sekadar Khatam: Bagaimana Satu Juz Al-Qur’an Mengubah Wajah Pagi di MTsN 2 Muara Enim

Muara Enim (Kemenag Sumsel)—

Senin (23/2/2026). Matahari Ramadan baru saja meninggi, namun suasana di lingkungan MTsN 2 Muara Enim sudah terasa begitu teduh. Tidak ada suara riuh rendah siswa yang berlarian di koridor. Sebagai gantinya, gelombang suara lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun syahdu, menyusup di antara celah jendela kelas dan ruang-ruang kantor.

Program “Satu Kelas Satu Juz” yang digulirkan madrasah ini selama bulan suci telah membawa transformasi nyata. Lebih dari sekadar mengejar target khatam, kegiatan ini telah mengubah “wajah” pagi madrasah menjadi sebuah laboratorium karakter yang penuh ketenangan.

Dampak yang paling signifikan dirasakan adalah perubahan ritme emosional siswa. Dengan mengawali hari melalui tadarus yang didampingi langsung oleh wali kelas, siswa seolah diajak untuk melakukan “detoksifikasi” pikiran sebelum menerima pelajaran.

Kepala MTsN 2 Muara Enim, Misliyani, atau yang akrab disapa Umi Misly, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk pengasuhan batin bagi para siswa.

“Kami ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai pendingin hati di pagi hari. Dengan didampingi wali kelas, anak-anak merasa memiliki orang tua yang menuntun mereka secara spiritual. Umi berharap, kebiasaan mencicil satu juz bersama-sama ini menanamkan sifat istiqamah bahwa hal besar bisa dicapai dengan ketelatenan,” ujar Umi Misly dengan lembut.

Perubahan tidak hanya terjadi di bangku kelas. Di ruang guru, suasana kerja yang biasanya sibuk dengan diskusi administratif, kini berganti menjadi majelis ilmu yang khidmat. Para guru dan staf berkumpul untuk tadarus bersama, berbagi tugas menyelesaikan Juz 26 hingga Juz 30.

Waka Kesiswaan, Alpisahriah menekankan bahwa dampak dari kegiatan di ruang guru ini adalah terciptanya budaya keteladan.

“Disiplin karakter itu dimulai dari contoh. Ketika siswa melihat guru-gurunya juga tadarus bersama di ruang guru, mereka akan paham bahwa mengaji bukan sekadar tugas sekolah, melainkan kebutuhan kita semua. Dampaknya sangat terasa pada kedisiplinan siswa yang meningkat selama Ramadan ini,” tutur Ibu Alpisahriah.

Misi besar ini dirancang sebagai kerja kolektif. Satu kelas bertanggung jawab menuntaskan satu juz sepanjang masa pembelajaran Ramadan. Model ini menanamkan dampak sosial berupa rasa tanggung jawab bersama (solidaritas). Jika satu siswa berhalangan, rekan sejawatnya akan saling menutupi bagian ayat tersebut agar juz kelas mereka tetap sempurna.

Di akhir masa pembelajaran Ramadan nanti, kepingan-kepingan juz dari setiap kelas dan juz-juz akhir dari ruang guru akan menyatu dalam sebuah seremoni Khatam Al-Qur’an.

Bagi keluarga besar MTsN 2 Muara Enim, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang menahan dahaga, melainkan tentang bagaimana satu juz Al-Qur’an mampu melunakkan hati, menajamkan pikiran, dan menyatukan seluruh warga madrasah dalam satu frekuensi iman. (SM)

3 Likes

Author: humas